
Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan setelah anjlok ke bawah level psikologis USD 73.000. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap aset berisiko, terutama setelah muncul komentar dari Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, yang menyinggung kebijakan fiskal dan stabilitas pasar keuangan. Pernyataan tersebut langsung memicu sentimen negatif di pasar kripto yang selama ini sangat sensitif terhadap isu makroekonomi.
Dalam perdagangan terbaru, Bitcoin tercatat sempat bergerak volatil sebelum akhirnya jatuh menembus support penting. Kondisi ini memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor jangka pendek yang memilih mengamankan keuntungan atau membatasi potensi kerugian di tengah ketidakpastian arah pasar.
Dampak Komentar Menkeu AS terhadap Sentimen Global Harga Bitcoin
Komentar Scott Bessent dinilai pasar sebagai sinyal kehati-hatian pemerintah AS terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas fiskal. Meskipun tidak secara langsung menyinggung aset kripto, pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai potensi berlanjutnya kebijakan moneter ketat dan pengawasan lebih serius terhadap instrumen keuangan spekulatif.
Situasi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin. Sebaliknya, dana mulai mengalir ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti obligasi pemerintah dan dolar AS. Perubahan arus modal ini memperkuat tekanan jual di pasar kripto, yang sebelumnya sudah mengalami reli cukup panjang.
Faktor Teknis Memperparah Pelemahan
Dari sisi teknikal, penurunan harga Bitcoin di bawah USD 73.000 menjadi sinyal negatif bagi pelaku pasar. Level tersebut sebelumnya berfungsi sebagai area support kuat. Ketika support ini ditembus, banyak order stop-loss yang terpicu secara otomatis, mempercepat laju penurunan harga.
Analis teknikal menilai bahwa jika Bitcoin gagal kembali ke atas level tersebut dalam waktu dekat, maka potensi koreksi lanjutan masih terbuka. Area support berikutnya diperkirakan berada di kisaran yang lebih rendah, sehingga volatilitas kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Respons Investor dan Pelaku Industri
Di tengah tekanan ini, investor Tuna55 institusional dan pelaku industri kripto menunjukkan sikap yang beragam. Sebagian memandang penurunan harga sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang masih percaya pada fundamental dan adopsi Bitcoin di masa depan. Namun, tidak sedikit pula yang memilih bersikap wait and see hingga situasi makroekonomi menjadi lebih jelas.
Pelaku pasar ritel, di sisi lain, cenderung lebih reaktif terhadap pergerakan harga jangka pendek. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume transaksi saat harga mengalami penurunan tajam, yang menandakan adanya kepanikan sekaligus spekulasi.
Prospek Bitcoin ke Depan
Ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat. Pernyataan pejabat tinggi, data inflasi, serta arah suku bunga akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar.
Meski mengalami koreksi, sebagian analis tetap optimistis bahwa Bitcoin masih memiliki prospek jangka panjang yang positif. Namun, dalam jangka pendek, investor diimbau untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto yang masih sangat tinggi.