BSN Cetak Pertumbuhan Aset 20,51% di 2025 – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat kinerja yang cukup
impresif sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan aset sebesar sekitar 20,51% secara tahunan. Pencapaian ini menunjukkan
bahwa bank syariah tersebut mampu menjaga momentum ekspansi bisnis di tengah dinamika industri perbankan dan sektor properti
yang terus berkembang. Selain pertumbuhan aset, BSN juga membukukan kenaikan pembiayaan sekitar 25,02% year-on-year,
menandakan peningkatan aktivitas penyaluran dana kepada nasabah.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa hasil positif tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara perusahaan
dengan mitra strategis, khususnya para pengembang (developer) perumahan. Dalam ekosistem pembiayaan syariah, peran developer
dinilai sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam mendorong penyaluran pembiayaan sektor perumahan yang berkelanjutan.
BSN Cetak Pertumbuhan Fokus pada Sektor Perumahan Syariah
BSN Cetak Pertumbuhan selama ini dikenal memiliki spesialisasi kuat di sektor pembiayaan perumahan. Hingga 2025, sekitar 98% portofolio pembiayaan
bank berada pada sektor tersebut. Dari komposisi itu, sekitar 63% disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31% KPR nonsubsidi,
dan sekitar 4% untuk pembiayaan konstruksi. Struktur portofolio ini memperlihatkan fokus strategis BSN dalam mendukung
kebutuhan hunian masyarakat sekaligus memperkuat posisinya di pasar pembiayaan properti berbasis syariah.
Selama lebih dari dua dekade beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen
konsumer maupun komersial. Hal ini menunjukkan peran bank dalam memperluas inklusi keuangan syariah, khususnya di sektor
perumahan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Kolaborasi Developer sebagai Strategi Pertumbuhan
Untuk mempertahankan tren pertumbuhan, BSN secara aktif menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan
kolaboratif yang lebih intensif. Kegiatan seperti developer gathering dilakukan sebagai upaya memperkuat hubungan bisnis sekaligus
memberikan apresiasi kepada mitra yang berkontribusi pada ekspansi pembiayaan. Pendekatan ini diyakini menjadi salah satu faktor
yang mendorong pertumbuhan aset dan pembiayaan bank sepanjang 2025.
Selain itu, sektor perumahan dinilai tetap menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan syariah BSN. Dengan meningkatnya
kebutuhan hunian serta dukungan berbagai program pemerintah, peluang ekspansi di segmen ini masih terbuka lebar dalam
beberapa tahun ke depan.
Dukungan terhadap Program Perumahan Nasional
Kontribusi BSN juga terlihat dalam penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang menjadi program strategis pemerintah.
Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai ratusan ribu unit rumah, dengan kelompok BTN—yang mencakup BTN dan BSN—menguasai
hampir 70% pangsa penyaluran secara nasional. Hal ini menunjukkan peran signifikan BSN dalam mendukung penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ke depan, dengan jaringan layanan yang terus diperkuat dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak Tuna55, BSN diproyeksikan mampu
menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Momentum pertumbuhan aset 20,51% pada 2025 menjadi fondasi penting bagi bank untuk
memperluas penetrasi pasar, meningkatkan inklusi keuangan syariah, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama
di sektor pembiayaan perumahan syariah di Indonesia.