Arsenal kembali menuai sorotan berkat keunggulan mereka dalam memaksimalkan situasi bola mati sepanjang musim ini. Di bawah kendali Mikel Arteta, dengan sentuhan khusus dari pelatih spesialis set piece Nicolas Jover, berbagai skema tendangan sudut dan bola mati sukses menjadi senjata andalan The Gunners.
Dari sisi kuantitas, Arsenal tampil paling produktif. Tim asal London Utara tersebut telah mengoleksi 17 gol dari situasi set piece di ajang Premier League musim ini, jumlah tertinggi di antara seluruh peserta liga. Manchester United menempel di posisi kedua dengan 14 gol, sementara jarak dengan tim-tim lain cukup terpaut.
Kekuatan Arsenal tidak hanya terlihat saat menyerang. Dalam fase bertahan, mereka juga menunjukkan konsistensi dengan baru kebobolan lima gol dari skema bola mati. Catatan itu sejajar dengan Everton dan Tottenham, serta hanya kalah dari Brentford yang mencatatkan empat kali kebobolan.
Efektivitas Manchester United Jadi Sorotan
Meski Arsenal memimpin dari sisi total gol, statistik menunjukkan cerita berbeda ketika berbicara soal efektivitas. Dalam hal rasio pemanfaatan peluang, The Gunners ternyata belum menjadi yang paling efisien.
Predikat tersebut justru menjadi milik Manchester United. Mengacu pada data yang dirilis The Athletic, Setan Merah mampu menghasilkan delapan gol dari setiap 100 situasi bola mati yang mereka miliki—angka tertinggi di Premier League musim ini.
Pencapaian ini menandai perkembangan signifikan bagi United. Di tengah inkonsistensi performa pada periode sebelumnya, kemampuan memanfaatkan tendangan sudut dan bola mati justru mengalami peningkatan tajam. Tren positif itu masih berlanjut, termasuk saat Casemiro mencetak gol pembuka ke gawang Fulham pada laga akhir pekan lalu.
Arsenal sendiri menempati posisi kedua dalam daftar efisiensi dengan raihan 7,3 gol per 100 situasi set piece. Julukan “set piece FC” yang kerap melekat pada mereka pun masih relevan, meski secara rasio sedikit berada di bawah Manchester United.
Klub London Mendominasi Lima Besar
Dominasi tim-tim asal London tampak jelas dalam daftar lima besar efisiensi bola mati. Chelsea mencatatkan rasio 6,7 gol, diikuti Tottenham Hotspur dengan 5,7, serta Fulham yang membukukan 5,5 gol per 100 peluang.
Di luar London, Newcastle, Leeds United, dan Aston Villa juga menunjukkan efektivitas yang cukup baik. Ketiganya masing-masing mencatat 5,1 gol dari setiap 100 situasi bola mati yang diperoleh.
Sebaliknya, Brentford justru berada di posisi terbawah dalam hal efisiensi. Hal ini cukup mengejutkan mengingat pelatih mereka, Keith Andrews, memiliki reputasi sebagai pelatih spesialis set piece. Namun fakta di lapangan menunjukkan The Bees hanya mampu mencetak 1,9 gol per 100 peluang bola mati, terendah di liga.
Wolverhampton yang masih terpuruk di papan bawah juga mencatat rasio rendah dengan 2,5 gol. Nottingham Forest menyusul dengan angka 3,3 gol per 100 situasi bola mati, menempatkan mereka di jajaran tim dengan efektivitas terendah untuk aspek ini. Tuna55