
Kapolri Republik Indonesia menyampaikan bahwa sebanyak 101 atlet peraih medali SEA Games menyatakan minat untuk bergabung menjadi anggota Polri. Para atlet tersebut akan diberikan kesempatan mengikuti proses rekrutmen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi olahraga sekaligus upaya membuka ruang pengabdian bagi atlet berprestasi di institusi kepolisian.
Menurut pernyataan Kapolri, Polri memandang prestasi atlet di ajang internasional seperti SEA Games sebagai aset penting bangsa. Disiplin, daya juang, mental kompetitif, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan yang dimiliki atlet dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam tugas kepolisian. Oleh karena itu, para atlet peraih medali diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi sebagai calon anggota Polri.
Meski demikian, Kapolri menegaskan bahwa proses penerimaan tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Kesempatan yang diberikan bukan berarti jalur instan tanpa seleksi. Para atlet tetap harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, jasmani, serta tahapan seleksi lain yang telah ditetapkan. Dengan demikian, standar kualitas anggota Polri tetap terjaga.
Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan negara terhadap masa depan atlet setelah menyelesaikan karier olahraga. Tidak sedikit atlet yang menghadapi tantangan setelah masa puncak prestasi berlalu. Dengan adanya peluang bergabung ke Polri, atlet berprestasi memiliki alternatif karier yang jelas dan berkelanjutan, sekaligus tetap dapat mengabdi kepada negara.
Tujuan polri memberikan kesempatan atlet
Selain itu, kehadiran atlet berprestasi di tubuh Polri diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi institusi. Atlet yang terbiasa dengan pola latihan ketat dan target prestasi diyakini mampu membawa semangat kompetitif dan gaya hidup sehat di lingkungan kepolisian. Hal ini juga dapat mendorong peningkatan prestasi olahraga internal Polri di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Kapolri juga menekankan bahwa kebijakan ini sejalan dengan semangat pembinaan generasi muda yang berprestasi. Negara tidak hanya hadir saat atlet meraih medali, tetapi juga memberikan perhatian terhadap masa depan mereka. Kesempatan masuk Polri diharapkan tuna55 menjadi motivasi tambahan bagi atlet muda untuk terus berprestasi di level internasional.
Dengan dibukanya peluang ini, Polri berharap dapat menjaring sumber daya manusia berkualitas yang memiliki integritas, semangat juang, dan loyalitas tinggi. Proses seleksi akan dilaksanakan secara objektif agar atlet yang terpilih benar-benar siap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kebijakan tersebut menjadi sinyal bahwa prestasi olahraga mendapat tempat penting dalam pembangunan sumber daya manusia nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan institusi negara.